Latar Belakang Didirikannya Citra Widya Education
Kebutuhan akan permintaan pasar yang terus meningkat terhadap Crude Palm Oil (CPO) setiap tahunnya memungkinkan produksi minyak kelapa sawit di Indonesia untuk terus ditingkatkan. Data terakhir dari Foreign Agricultural Service (FAS), USDA, menunjukkan bahwa Indonesia di tahun 2005 memproduksi 13 juta ton CPO dan 1,5 juta ton Palm Kernel Oil (PKO). Sementara itu, dalam dua dekade terakhir kebutuhan terhadap CPO di pasar dunia mulai menggeser kedudukan minyak nabati lainnya seperti minyak kedelai terutama setelah ditemukannya kandungan Trans Fatty Acid dalam minyak kedelai yang memiliki dampak yang kurang baik bagi kesehatan. Menurut FAS, produksi CPO di tahun 2005 telah mencapai 30 persen dari total produksi minyak makan dunia, sedangkan produksi minyak kedelai hanya mencapai 29 persen. Ini menunjukkan trend peningkatan di mana pada tahun 2001 produksi minyak kedelai mencapai 30 persen dari total produksi minyak makan dunia, sedangkan produksi CPO dunia baru mencapai 27 persen. Saat ini dari total kebutuhan dunia, Indonesia mampu mengekspor sekitar 44 persennya dengan importir terbesar berasal dari RRC, Uni Eropa, dan India.
Pada tahun 1969 luas areal kelapa sawit Indonesia hanya sekitar 119.520 hektar. Pada tahun 1979, luas tersebut telah berlipat ganda menjadi 257.814 hektar. Kemudian sejak tahun 1979 hingga tahun 1990, laju pertambahan areal kelapa sawit Indonesia mencapai rata-rata hampir 80.000 hektar per tahunnya. Saat ini, total luas areal kelapa sawit Indonesia telah jauh berkembang hingga mencapai 5.344.479 hektar. Luas areal sawit di Indonesia yang terus bertambah mempengaruhi jumlah produksi dari tahun ke tahun. Pada periode tahun 1980 hingga tahun 1990, laju produksi CPO Indonesia rata-rata per tahun mencapai sekitar 200.000 ton. Produksi CPO Indonesia pada tahun 1995 telah mengalami peningkatan hingga mencapai lebih dari 5 juta ton per tahun. Pada tahun 2002, produksi CPO Indonesia meningkat menjadi 11 juta ton. Kemudian di tahun 2005, meningkat lagi menjadi 13 juta ton lebih.
Sejalan dengan perkembangan itu maka sektor perkebunan kelapa sawit memerlukan ketersediaan tenaga kerja yang terus bertambah dengan tingkat pengetahuan dan keterampilan yang memadai, mulai dari bagian teknis agronomi/tanaman hingga proses pengolahan hasil perkebunan kelapa sawit. Pada era persaingan bebas seperti sekarang, tersedianya tenaga kerja yang terdidik dan terampil menjadi semakin mutlak, karena dengan demikian dapat diharapkan mampu meningkatkan produktivitas tanaman dan mutu CPO yang dihasilkan. Kenyataan membuktikan bahwa tidak semua perkebunan di Indonesia mempunyai pusat pelatihan. Hanya beberapa perkebunan besar yang memiliki lembaga ini.
Sebagai upaya menangkap peluang ini, salah satu alternatif yang dapat dilakukan adalah dengan mendirikan sebuah politeknik kelapa sawit. Pendidikan dan pelatihan tenaga kerja ini dititikberatkan pada praktek kerja nyata di kebun dan pabrik secara langsung. Dengan sistem seperti ini diharapkan agar materi yang disampaikan di kebun dan pabrik dapat diterapkan secara langsung pada dunia kerja secara nyata. Keberadaan suatu politeknik yang mendidik dan melatih tenaga kerja kelapa sawit diharapkan akan memberikan manfaat bagi dunia industri pengolahan kelapa sawit, sekaligus memberikan jawaban terhadap permasalahan mengenai SDM perkebunan kelapa sawit Indonesia.
Peningkatan kebutuhan industri pada tenaga kerja terlatih sangat rasional mengingat industri menggunakan benchmark efisiensi proses dalam menghasilkan produk. Perekrutan SDM termasuk di dalam penentuan efisiensi proses tersebut. Industri akan lebih tertarik pada SDM yang kompeten pada profesi yang siap terap pada pekerjaan (demand-pull). Dengan demikian industri dapat melakukan penghematan dalam proses training sehingga menjadi lebih singkat serta efisien dalam hal waktu dan biaya. SDM dengan kualifikasi tersebut hanya dapat dihasilkan melalui sistem pendidikan yang mengutamakan penerapan keahlian sebagaimana yang akan dilaksanakan oleh PT. Citra Widya Education. Maka dengan demikian, PT. Citra Widya Education menggunakan pendekatan yang lebih erat dengan kebutuhan nyata dunia industri kelapa sawit Indonesia.